Jumat, 10 April 2015

Elastisitas permintaan dan penawaran



KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Ekonomi yang berjudul “Elastisitas Permintaan dan Penawaran” ini dengan baik. 
Adapun makalah ekonomi tentang elastisitas ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ekonomi ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah Mikro Ekonomi tentang Elastisitas Permintaan dan Penawaran ini dapat diambil hikmah, dan manfaat sehingga dapat memberikan pengetahuan yang lebih terhadap pembaca.

        Makassar, 04 April 2015

Penyusun





                                                                             BAB I
                                                                  PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Salah satu pokok bahasan yang paling penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep elastisitas. Secara sederhana elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi lain. Pengertian lain elastisitas dapat diartikan sebagai tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain. Ukuran yang dipakai untuk mengukur derajat kepekaan digunakan rasio/perbandingan persentase perubahan kuantitas barang yang diminta atau barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan faktor-faktor yang menyebabkan kuantitas barang itu berubah. Dengan adanya pemahaman elastisitas, apa yang akan terjadi terhadap permintaan dan  penawaran, jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi pada “keseimbangan harga” bila faktor - faktor yang mempengaruhi kurva berubah? Dan beberapa besar pengaruhnya?   
Elastisitas merupakan ukuran sejauh mana pembeli dan penjual bereaksi terhadap perubahan kondisi yang ada. Kondisi yang dimaksud berkaitan dengan perubahan harga. Dengan kata lain, elastisitas merupakan derajat kepekaan permintaan dan penawaran terhadap perubahan harga.

1.2  Rumusan Masaalah
1.   Apa pengertian dan jenis elastisitas permintaan ?
2.   Apa faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan ?
3.   Apa Pengertian elastisitas penawaran ?
4.   Apa faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran ?

1.3  Tujuan
  1.  Memahami pengertian elastisitas permintaan dan penawaran. 
  2.  Mengetahui jenis–jenis elastisitas permintaan dan penawaran
  3. Memahami faktor–faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan dan penawaran.
                               

                                                                             BAB II
                                                                     PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Jenis Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan adalah suatu alat atau konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan atau respon perubahan jumlah atau kualitas barang yang dibeli sebagai akibat  perubahan faktor yang mempengaruhi. Hukum permintaan berbunyi “semakin rendah harga suatu barang maka semakin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Dalam hal ini pada dasarnya ada tiga variable pertama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yaitu: “Elastisitas Permintaan Harga, Elastisitas Silang, Dan Elastisitas Pendapatan”.

1.      Elastisitas Permintaan Harga
Elastisitas permintaan harga adalah derajat kepekaan atau respon jumlah permintaan presentasi  perubahan jumlah barang yang diminta dengan presentase perubahan dengan harga dipasar, sesuai dengan hukum permintaan, jika harga naik, maka kuantitas barang turun dan sebaliknya. Dalam analisis, elastisitas permintaan harga lebih kerap dinyatakan sebagai elastisitas  permintaan. Nilai perbandingan antara persentasi perubahan jumlah diminta dengan persentasi  perubahan harga disebut koefisien elastisitas permintaan.

● Kurva Permintaan dan Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan dapat dilambangkan dengan :
Koefisien
Elastisitas
n = 0
Inelastis sempurna
0 < n < 1
Inelastis
n = 1
Elastis uniter
1 < n < ∞
Elastis
n = ∞
Elastis sempurna


- TINGKAT ELASTISITAS PERMINTAAN
Nilai koefisien elastisitas berkisar antara nol dan tak terhingga. Elastisitas nol apabila perubahan harga tidak akan mengubah jumlah yang diminta. Kurva permintaan yang koefisiennya bernilai nol bentuknya sejajar dengan sumbu tegak. Koefisien bernilai tak terhingga terjadi apabila suatu harga tertentu dan pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Berapapun banyaknya, semua akan terjual. Kurva permintaan yang koefisiennya bernilai tak terhingga bentuknya sejajar dengan sumbu datar.

2.      Elastisitas Permintaan Silang

Elastisitas permintaan silang atau yang ringkasnya biasa disebut elastisitas silang adalah koefisien yang menunjukkan sampai di mana besarnya perubahan permintaan terhadap suatu barang apabila terjadi perubahan terhadap harga barang lain. Apabila perubahan harga barang(Y) menyebabkan permintaan barang(X) berubah, maka hubungan keduanya digambarkan oleh elastisitas silang.
Nilai elastisitas silang berkisar antara tak terhingga yang negatif hingga tak terhingga yang positif. Barang-barang penggenap elastisitasnya bernilai negatif. Contohnya dari perkaitan kopi dan gula, apabila harga kopi naik (dan permintaan terhadap kopi berkurang), perubahan dapat berpengaruh pula pada permintaan gula.
Barang-barang pengganti elastisitasnya adalah positif, yaitu permintaan berubah ke arah yang bersamaan dengan harga barang penggantinya. Contohnya dari perkaitan mobil dan bus kota, apabila harga mobil meningkat maka permintaan terhadap mobil berkurang, tetapi sebaliknya permintaan terhadap angkutan bus bertambah karena orang lebih banyak lagi yang bersedia naik bus daripada mobil untuk bepergian.
Secara aljabar harga dari permintaan biasanya mempunyai tanda negatif, yaitu kenaikan harga sebesar satu persen akan diikuti penurunan permintaan sebesar X persen. Tapi dalam elastisitas harga silang tanda tersebut. Jadi dimisalkan = 1 sebenarnya berarti elastisitas harga = -1.
3.      Elastisitas Permintaan Pendapatan

Elastisitas permintaan pendapatan atau secara singkat disebut elastisitas pendapatan adalah koefisien yang menunjukkan sampai dimana besarnya perubahan permintaan terhadap suatu barang akibat perubahan pendapatan pembeli.
Untuk kebanyakan barang kenaikan pendapatan akan menyebabkan kenaikan permintaan. Disini terdapat hubungan yang searah antara perubahan pendapatan dan permintaan, dengan begitu maka elastisitas pendapatannya adalah positif. Barang yang sifat elastisitasnya positif disebut barang normal. Beberapa barang mengalami pengurangan jumlah yang dibeli apabila pendapatan bertambah; berarti perubahan pendapatan dan jumlah barang yang dibeli bergerak ke arah yang berkebalikan, elastisitasnya adalah negatif. Barang yang elastisitasnya negatif disebut barang inferior.
B.     Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berbedanya elastisitas permintaan berbagai barang. Beberapa yang terpenting adalah:

1.      Banyaknya barang pengganti yang tersedia.

Dalam perekonomian banyak barang yang mempunyai barang pengganti tetapi adapula yang sukar ditemukan barang penggantinya. Suatu barang yang mempunyai banyak barang pengganti, permintaannya bersifat elastis. Karena, perubahan harga yang kecil saja akan menimbulkan perubahan yang besar terhadap permintaan. Barang yang tidak banyak mempunyai barang pengganti bersifat tidak elastis. Karena, kalau harga naik pembelinya susah mendapatkan barang pengganti sehingga harus tetap membeli barang tersebut dan permintaannya tidak banyak berkurang.

2.      Persentasi pendapatan yang dibelanjakan.

Besarnya pendapatan yang digunakan untuk membeli suatu barang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan terhadap barang tersebut. Anda dapat memperhatikan sikap orang dalam membeli barang antara yang murah dan yang mahal. Misalnya ketika orang membeli minuman ringan. Kalau seseorang sudah menyukai satu jenis minuman tertentu, kenaikan harga minuman tidak akan mempengaruhi permintaannya. Karena pengeluaran untuk minuman ringan merupakan bagian yang kecil dari pendapatannya. Sedangkan, ketika seseorang memutuskan untuk membeli barang-barang yang agak mahal seperti motor, mobil, perhiasan, orang akan membandingkan harga terlebih dahulu. Harga memainkan peranan untuk pilihan tersebut. Perbedaan harga dapat membatalkan niat membeli merek tertentu dan memilih merek yang lebih murah.


3.      Jangka Waktu Analisis

Jangka waktu terhadap permintaan juga mempengaruhi elastisitas. Dalam jangka waktu singkat permintaan bersifat tidak elastis karena perubahan baru yang diketahui pasar belum diketahui oleh pembeli. Mereka cenderung tetap meminta barang yang biasa dibelinya walaupun mengalami kenaikan. Dalam jangka panjang pembeli dapat mencari barang pengganti yang mengalami kenaikan harga dan hal ini akan mengurangi permintaan.
Jadi, semakin banyak barang pengganti, semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli suatu barang, dan semakin lama jangka waktu dimana permintaan itu di analisis, semakin elastis sifat permintaan suatu barang tersebut.

4.       Keyakinan dan Tradisi

Ada sejumlah barang yang di pergunakan untuk suatu keyakinan dan tradisi atau kegiatan tertentu. Walaupun harganya mengalami kenaikan orang akan tetap membelinya, dengan demikian sifatnya adalah inelastis.

5.      Frekuensi Pembelian Barang

Bila suatu barang cukup hanya dibelu sekali dalam setahun (misalnya payung) atau dua tahun sekali (misalnya bantal) dan harga barang tersebut tidak terlalu mahal, maka bila barang tersebut mengalami kenaikan harga tidak akan memengaruhi permintaan. Karena orang berfikir barang itu hanya dibeli sekali setahun atau dua tahun sekali, sehingga sifatmya adalah inelastis

6.      Faktor Selera

Jika masyarakan sedang menggemari suatu barang tertentu maka permintaan akan barang tersebut akan meningkat, jadi sifatnya adalah inelastis. Namun, jika selera masyarakat terhadap barang tersebut sudah menurun maka permintaan terhadap barang tersebut akan berkurang, jadi sifatnya adalah elastis.

C.    Elastisitas Penawaran

Hukum penawaran berbunyi “semakin tinggi harga barang maka semakin sedikit permintaan atas barang tersebut”. Karena itu, konsep elastisitas juga dapat digunakan untuk menerangkan perubahan penawaran. Elastisitas permintaan menghitung respon permintaan yang ditimbulkan oleh perubahan harga. Sebaliknya, elastisitas penawaran mengukur respon penawaran sebagai akibat perubahan harga.
Elastis sempurna terjadi apabila penjual bersedia menjual semua barangnya pada suatu harga tertentu, kurva penawarannya sejajar dengan sumbu datar.
Tidak elastis sempurna terjadi apabila penjual tidak dapat menambah penawaran walaupun harga bertambah tinggi, kurva penawarannya sejajar sumbu tegak.

D.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran

Faktor yang dianggap penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu:

1.      Jenis Barang yang Ditawarkan

Jenis barang yang ditawarkan sangat berpengaruh terhadap elastisitas penawaran. Jika produk tersebut dapat berproduksi setiap saat maka kecenderungannya akan mengarah pada penawaran elastis. Sebagai contoh pabrik pakaian yang terus berproduksi tanpa harus melihat musim. Jika harga produk pakaian meningkat, maka perusahaan harus meningkatkan produksi untuk menambah penawaran dengan harapan mendapatkan laba yang lebih besar.
Berbeda dengan industri pertanian yang ketersediaan produknya mengikuti kondisi musim,walaupun harga tinggi namun tidak bertepatan dengan musim panen maka penawarannya tidak bisa bertambah jadi bersifat inelastis.

2.      Sifat Perubahan Biaya Produksi.

Biaya produksi sangat berpengaruh terhadap elastisitas penawaran. Penawaran bersifat tidak elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Tapi, jika penawaran ditambah dengan biaya yang tidak terlalu besar maka akan bersifat elastis.
Peningkatan biaya produksi yang cepat atau lambat apabila produksi ditambah tergantung dari berbagai faktor. Salah satunya adalah sampai di mana tingkat penggunaan kapasitas alat produksi yang dimiliki perusahaan. Apabila kapasitasnya tinggi, investasi baru harus dilakukan untuk menambah produksi. Dalam keadaan ini kurva penawaran akan menjadi tidak elastis, terutama jika faktor produksi yang diperlukan untuk menaikkan produksi sangat susah untuk didapatkan.

3.      Sumber Daya Produksi

Peningkatan penawaran seiring dengan bertambahnya perubahan harga hanya dapat dilakukan oleh industri yang mengelolah produknya dengan menggunakan mesin.
Jika masih menggunakan tenaga manusia seperti di industri kerajinan tangan, maka walaupun terjadi peningkatan harga di pasar tetapi produsen memiliki batasan kemampuan produksi sehingga penawaran tidak bisa diperbesar. Dengan ini maka sifatnya adalah inelastis.

4.      Kemampuan Produksi Perusahaan.

Jika penawaran produksi yang selama ini perusahaan keluarkan ke pasar belum mencapai kapasitas produksi maksimal perusahaan tersebut, maka sifatnya adalah elastis karena produsen masih sanggup menambah nilai produksinya saat terjadi kenaikan harga dengan presentase tinggi. Tetapi jika kapasitas produksinya sudah maksimal dan tidak bisa ditambah lagi, maka sifatnya adalah inelastis karena perusahaan tidak bisa menambah jumlah barang di pasar.

5.      Jangka Waktu Analisis

Dalam menganalisis pengaruh waktu terhadap elastisitas penawaran, biasanya dibedakan pada:

- Masa amat singkat
Maksudnya adalah jangka waktu di mana para penjual tidak dapat menambah penawarannya, dan penawarannya menjadi bersifat tidak elastis.

- Jangka pendek
Dalam jangka pendek kapasitas alat produksi yang ada tidak dapat ditambah. Tetapi perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan cara menggunakan faktor produksi termasuk barang modal secara intensif. Antara lain ialah memperpanjang jam kerja, memperbaiki manajemen produksi, menggunakan tenaga kerja lebih efektif dan sebagainya. Usaha ini akan menambah produksi barang yang ditawarkan, tetapi penambahan itu tidak terlalu besar

- Jangka panjang
Produksi dan jumlah barang ditawarkan dapat dengan mudah ditambah dalam jangka waktu yang relatif panjang. Karena itu penawarannya bersifat elastis. Pertambahan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan pertambahan dalam jangka pendek. Karema pertambahan penawaran yang cukup besar tersebut kenaikan harga lebih kecil daripada dalam keadaan jangka waktu amat singkat dan jangka pendek.






                                                                            BAB III

                                                                         PENUTUP


A.    Kesimpulan

Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. Setiap perubahan harga akan mengubah kuantitas yang diminta. Akan tetapi sampai dimana setiap perubahan harga akan menimbulkan perubahan tersebut, berbedaan diantara satu barang dengan barang yang lain. Ada yang menimbulkan perubahan kuantitas yang besar, tetapi ada  pula yang pertubahan kuantitasnya sangat kecil. Elastisitas permintaan dan penawaran merupakan ukuran yang menunjukan sampai dimana kuantitas yang diminta atau ditawarkan akan mengalami perubahan sebagai akibat dari suatu perubahan harga.

B.     Saran

Interaksi antara permintaan dan penawaran akan menciptakan keseimbangan harga pasar, apabila pada harga keseimbangan jumlah barang yang di minta konsumen, sama persis dengan  jumlah yang di tawarkan produsen, secara grafis keseimbangan pasar bisa tercapai apabila kurva  permintaan dan penawaran berpotongan, titik perpotongan tersebut di sebut titik keseimbangan.
 









                                                           DAFTAR PUSTAKA

Sukirno, Sadono. 2010. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Boediono. 2013. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 1 Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE
http://ekonomi-kelasx.blogspot.com/2014/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-elastisitas-penawaran.html
http://www.ekonomikontekstual.com/2013/12/Faktor-yang-mempengaruhi-elastisitas-permintaan.html
http://www.scribd.com/doc/196537215/Elastisitas-Permintaan-Dan-Penawaran#scribd
 

Tidak ada komentar: